Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 08 Desember 2022 | 13:54 WIB

Lestari Moerdijat: UMKM Usaha Kopi Bisa Jadi Solusi Hadapi Ancaman Resesi 2023

Aam Winata Mail
Lestari Moerdijat: UMKM Usaha Kopi Bisa Jadi Solusi Hadapi Ancaman Resesi 2023
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Dok. Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANGWakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melihat usaha kecil UMKM masih menjadi tulang punggung paling tangguh di tengah ancaman resesi global 2023.

Dalam Forum Dengar Pendapat Masyarakat di Kota Semarang, Rabu (7/12/2022), Lestari Moerdijat mendorong masyarakat untuk kreativitas dalam usaha UMKM serta menciptakan lapangan kerja baru.

Salah satu kreativitas usaha UMKM yang bisa jadi solusi dalam menghadapi resesi, ada diantaranya adalah usaha komoditi kopi.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) komoditi kopi dapat menjadi penyelamat ekonomi bangsa jika dikelola secara maksimal.

Baca Juga:Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang Lari Kocar-kacir dilempar batu oleh para pedagang

“Usaha kecil dan menengah sebelum pandemi menjadi bagian penopang pergerakan ekonomi, terutama karena disrupsi yang membuat tatanan dunia berubah. UMKM ini adalah pintu masuk dunia baru yang banyak didorong oleh kreatifitas,” terang Lestari Moerdijat.

Lestari mengatakan bahwa lebih dari 99% usaha yang termasuk golongan UMKM menyumbangkan sekitar 61% dari pendapatan bruto Indonesia dengan menyediakan 97% lowongan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurut Lestari, komoditas kopi di Indonesia tak boleh dianggap remeh. Sebab, terbukti UMKM kopi dapat terus bertahan di tengah gempuran ekonomi saat pandemi Covid 19.

Tercatat 96% perkebunan kopi di Indonesia dikuasai oleh 1,3 juta petani dan lebih dari 2.950 kedai kopi dikuasai oleh anak muda dan pelaku ekonomi kreatif.

“Berdasarkan data, UMKM kopi apabila dijumlahkan ternyata jauh lebih tinggi daripada brand-brand internasional. Dan itu menyerap tenaga kerja yang jumlahnya tak sedikit dan yang pasti membuat banyak sekali berkembangnya industri-industri turunan lain yang berhubungan dengan teknologi,” tegasnya.

Baca Juga:Ini Rangking FIFA Maroko Paska Singkirkan Spanyol, Daftar Peringkat FIFA 8 Negara Lolos Perempat Final Piala Dunia

Peluang Usaha

Kepada ratusan anak muda yang mengikuti diskusi ini, Lestari mengingatkan pentingnya meningkatkan kreatifitas serta metodologi berpikir yang terukur dan sistematis untuk membuka lapangan kerja.

“Anak muda masih memiliki tenaga dan tentunya support sistem yang bisa memulai sesuatu yang baru. Industri kreatif saat ini merupakan ruang kerja atau media baru yang harus kalian tekuni dan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi semua,” tegasnya.

Diskusi ini juga menghadirkan dua pengusaha kopi di Kota Semarang. Agung Kurniawan, pemilik KnK Coffee and Resources, mengungkapkan bahwa trend kopi saat ini banyak dipengaruhi oleh mata uang dunia.

“Yang kedua kebutuhan kopi di Indonesia 60% larinya ke ekspor. Jadi market dunianya berkembang seperti apa nanti market lokalnya kejar-kejaran terus. Untuk sekarang harga kopi sedang tidak terkontrol jadi roasteri-roasteri kecil lumayan kesusahan karena biayanya itu sendiri,” terang Agung yang memulai usahanya sejak 14 tahun lalu.

Kesuksesan yang diraihnya saat ini merupakan hasil dari konsistensi serta kolaborasi dengan petani kopi di berbagai daerah hingga menjadi toko kopinya saat ini rujukan coffee shop di Kota Semarang.

Sementara itu, Abdul Walid, pengusaha kopi lain, menegaskan bahwa 29 dari 35 kabupaten di Jawa Tengah merupakan penghasil kopi meskipun masih menjadi penghasil kopi terendah secara nasional mengingat minimnya lahan.

Kabupaten Temanggung merupakan penghasil kopi terbanyak yang menyumbangkan 40% kopi dari Jawa Tengah.

“Untuk arabika nomor satu dari Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara. Temanggung setiap tahunnya memanen sekitar 12.000 ton kopi terbagi menjadi 10.000 arabika dan 2.000 robusta,” tambahnya.

Usaha kopi dari hulu ke hilir ini membutuhkan proses yang panjang serta menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.

Tingginya permintaan pasar terhadap berbagai produk kopi ini diharapkan dapat menjadi penyelamat bangsa dari ancaman resesi global.

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Semarang Raya

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda